Research  By Editorial Desk

7 Daerah Terbawah Indeks Kemandirian Fiskal

09 Maret, 2025

Dari 23 kabupaten/kota dengan IKF terendah, 16 di antaranya berlokasi di Pulau Papua.

Ilustrasi suntikan - Next Indonesia

Keterangan foto: Ilustrasi suntikan

DOWNLOADS


Peringkat Kemandirian Fiskal Kabupaten/Kota 2024

Download

NEXT Indonesia - Daerah-daerah yang masuk kategori “Belum Mandiri”, berarti Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) daerah- daerah tersebut ada di bawah 0,25. Kondisi ini bermakna kemampuan pendapatan asli daerah (PAD) membiayai belanja daerahnya tak lebih dari 25 persen dari total kebutuhan.

Dari 499 kabupaten/kota yang diteliti, dari 440 Daerah Tingkat II yang masuk kategori “Belum Mandiri” berada di kawasan Indonesia timur. Dari 23 kabupaten/kota dengan IKF terendah, 16 di antaranya berlokasi di Pulau Papua.

Jika 16 kabupaten/kota di Papua tersebut tidak dimasukkan dalam daftar, Kabupaten Halmahera Barat di Provinsi Maluku Utara tercatat menjadi daerah dengan tingkat kemandirian fiskal paling rendah. Pada 2024, hampir seluruh kebutuhan belanja daerah dipasok dari transfer pemerintah pusat. Berikut adalah tujuh kabupaten/kota dengan nilai IKF paling rendah.

Ketujuh kabupaten dengan nilai IKF rendah tersebut memiliki karakteristik yang relatif serupa. Mereka terletak di daerah terpencil dan sangat tergantung pada sektor primer, seperti perikanan, pertanian, dan sumber daya alam lainnya.

Letak yang terpencil juga menyebabkan munculnya masalah keterbatasan infrastruktur dasar seperti transportasi, komunikasi, dan energi, yang menjadi hambatan umum dalam pengembangan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut. Semua keterbatasan itu pada akhirnya mempersulit akses masyarakat setempat terhadap beragam hal, termasuk akses pasar, akses pendidikan, dan akses modal.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memberi perhatian lebih besar kepada daerah-daerah terpencil ini, sehingga akses mereka ke dunia luar semakin terbuka. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur —jalan, pelabuhan, bandara—, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta pembukaan akses terhadap modal usaha bisa membantu mengembangkan perekonomian lokal di daerah-daerah ini.

Related Articles

blog image

Di Tengah Tekanan Global, Fiskal Indonesia Masih Terjaga

Kajian NEXT Indonesia Center menyebut fiskal Indonesia masih aman, namun penurunan belanja modal menjadi sinyal risiko jangka panjang.

Selengkapnya
blog image

Mengukur Ketahanan Fiskal Indonesia

Fiskal Indonesia masih berkelanjutan sejak 2022, namun penurunan belanja modal dan kenaikan beban bunga utang menjadi sinyal waspada.

Selengkapnya
blog image

Ketika Ekspor Baja RI Melesat, Nilai Tambah Justru Dinikmati Negara Lain

Indonesia jadi eksportir baja terbesar kelima dunia, namun masih dibayangi defisit perdagangan akibat lemahnya industri hilir bernilai tambah.

Selengkapnya