Insight

Ilustrasi pandai besi sedang menempa - NEXT Indonesia Center

Ketimpangan di Hilirisasi Besi Baja

30 Mei, 2026

Hilirisasi besi baja jadi ujian industrialisasi RI. Nilai tambah bisa naik 20 kali lipat, namun bahan baku masih bergantung impor.

Ilustrasi kawasan industri - NEXT Indonesia Center

Menghitung Efek Rambatan RDMP Balikpapan

02 Mei, 2026

Defisit migas tembus US$3,2 miliar awal 2026. RDMP Balikpapan digadang tekan impor, dorong ekonomi, namun dampaknya masih terbatas dan belum merata.

Ilustrasi kelas pekerja - NEXT Indonesia Center

Rupa Konsumsi Kelas Menengah

01 April, 2026

Jumlah kelas menengah menyusut 5,6 juta orang dalam satu dekade terakhir. Padahal kelompok ini jadi penopang utama konsumsi dan pertumbuhan Ekonomi.

Ilustrasi menggunting kain - NEXT Indonesia Center

Industri Tekstil: Padat Karya, Padat Masalah

28 Februari, 2026

Rencana BUMN tekstil Rp101 triliun muncul saat daya saing TPT melemah dan misinvoicing puluhan miliar dolar membayangi perdagangan.

Research

Kinerja Perpajakan, Harapan bagi Penguatan Fiskal

09 Oktober, 2026

Penerimaan perpajakan hingga Agustus 2026 tumbuh 21,72% menjadi Rp1.619,3 triliun, membantu mempersempit defisit APBN dan memperkuat fiskal.

Engap-Engap Anggaran Daerah

06 Oktober, 2026

TKD 2027 tetap Rp735 triliun di tengah lemahnya PAD, mayoritas daerah masih bergantung pada transfer pusat untuk menopang belanja dan layanan publik.

Anomali Surplus Beras

21 September, 2026

Stok beras nasional dinilai cukup, tetapi harga premium masih melampaui HET dan pasokan ritel terbatas, terutama di sejumlah daerah lumbung.

Waspadai Sinyal Ekonomi Indonesia

14 Agustus, 2026

Ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,29% pada kuartal II-2026, tetapi indikator pendahulu, konsumsi, investasi domestik, dan perdagangan mulai melemah.

1.

Brief