Para Penimbun Emas
04 Maret, 2025
Ribuan rumah tangga di setiap daerah memiliki simpanan emas minimal 10 gram. Di daerah mana yang terbanyak?
Keterangan foto: Ilustrasi harta karun emas
NEXT Indonesia - Bulan lalu, 26 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan bank emas (bullion bank) pertama di Indonesia. PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk menjadi dua lembaga keuangan lokal pertama yang resmi memulai kegiatan usaha tersebut.
MOST POPULAR
Seperti perbankan konvensional, bank emas juga menjalankan fungsi intermediasi: menghimpun dan menyalurkan. Bedanya, objek dalam bank emas adalah logam mulia berbentuk batangan atau lempengan dengan kandungan aurum (Au) paling rendah 99,9 persen yang berstandar nasional Indonesia (SNI).
Tujuan pendirian bank emas ini merupakan ikhtiar untuk mengoptimalkan penggunaan cadangan emas nasional dan memaksimalkan potensinya sebagai instrumen keuangan. Pemerintah memperkirakan potensi emas yang berada di masyarakat mencapai 1.800 ton atau bernilai sekitar Rp300 triliun. Cadangan emas batangan yang disimpan Bank Indonesia saat ini ada sekitar 80 ton.
Sejatinya emas merupakan komoditas yang digemari masyarakat Indonesia. Untuk membuktikannya, NEXT Indonesia mengolah data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sejauh mana sebaran kepemilikan emas di seantero Tanah Air?
Porsi Penyimpanan Emas
- Dari 73,1 juta rumah tangga yang ada di Indonesia, ada sekitar 13,8 juta rumah tangga, atau 18,9 persen, yang memiliki emas seberat minimal 10 gram dalam beragam bentuk, baik perhiasan, koin, maupun batang.
- Emas lebih banyak disimpan oleh rumah tangga yang tinggal di kota dibandingkan warga perdesaan. Ada 9,5 juta rumah tangga di kota yang menyimpan emas minimal 10 gram, lebih dari dua kali lipat dibandingkan rumah tangga di desa (4,3 juta rumah tangga). Definisi kota dan desa di sini merujuk pada Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No. 3/2010 tentang Klasifikasi Perkotaan dan Perdesaan di Indonesia.
- Ternyata, tidak selamanya pemilik emas adalah rumah tangga kelas menengah ke atas. Data menunjukkan, ada 4 persen dari total 5,5 juta rumah tangga miskin (poor) -berpenghasilan kurang dari Rp550.000/kapita/bulan– yang memiliki emas minimal 10 gram.
- Warga kelas menengah (middle class) Indonesia –berpenghasilan antara Rp1,9 juta hingga Rp9,4 juta/ kapita/bulan– menjadi kelompok yang paling banyak menyimpan emas minimal 10 gram. Jumlahnya mencapai 6,2 juta rumah tangga, atau 44,6 persen dari total keluarga pemilik emas di Indonesia.
- Sedangkan untuk warga kelas atas, 7 dari 10 rumah tangga tercatat memiliki emas minimal 10 gram. Dalam rumah tangga ini, rata-rata penghasilan per kapita di atas Rp9,4 juta per bulan.