Insight  By Editorial Desk

Aksi Lepas Saham dan Rupiah

28 Maret, 2025

Salah satu penyebab melemahnya IHSG dan nilai tukar rupiah adalah kaburnya modal asing dari pasar Indonesia.

Ilustrasi balon terbang di langit - Next Indonesia

Keterangan foto: Ilustrasi balon lepas ke langit

DOWNLOADS


Cover Next Brief_Selasa Kelabu Pasar Keuangan.jpg

Selasa Kelabu Pasar Keuangan

Download

NEXT Indonesia - Salah satu penyebab melemahnya IHSG dan nilai tukar rupiah adalah kaburnya modal asing dari pasar Indonesia. Sejak Januari hingga 24 Maret, ada sekitar Rp33,3 triliun dana asing yang keluar.

Sementara itu, dari 55 hari transaksi sejak awal Januari 2025, tercatat ada 44 hari perdagangan para investor asing atau nonresiden (individu atau institusi) ramai-ramai melepas sahamnya. Mereka melakukan aksi penjualan bersih (net sell) -lebih banyak menjual ketimbang belanja. Sebaliknya, aksi pembelian bersih (nett buy) oleh investor asing hanya berlangsung 11 hari sepanjang periode tersebut.

Dengan demikian, transaksi bersih para investor asing lebih banyak aksi jual ketimbang beli. Kondisi ini memberikan sentimen negatif terhadap pasar, sehingga menekan IHSG.

Aksi jual yang terjadi di bursa saham, diikuti gerakan lepas rupiah untuk ditukar dengan dolar AS. Akibatnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun terjerembap. Pada periode 17- 20 Maret 2025, Bank Indonesia (BI) mencatat modal asing yang kabur dari pasar keuangan domestik mencapai Rp4,25 triliun.

Sebenarnya gerakan keluarnya modal asing dari pasar domestik sudah terjadi sejak awal Januari. Bank Indonesia mencatat, nilai terbesar terjadi pada periode 24-27 Februari, ketika Rp10,3 triliun modal asing keluar dari pasar keuangan.

Dari beberapa instrumen di pasar keuangan, dana asing yang keluar paling banyak terjadi di di pasar saham, dengan nilai jual bersih sekitar Rp7,3 triliun. Kemudian di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp1,8 triliun dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp1,2 triliun.

Separuh Dana Asing Beralih Instrumen

Sepanjang 6 Januari hingga 20 Maret 2025, investor asing (nonresiden) telah melakukan penjualan bersih atau net sell di pasar saham dan SRBI senilai Rp39,5 triliun.

Tak semua hasil penjualan dibawa ke luar dari Indonesia. Tekanan yang terjadi pada pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) berbanding terbalik dengan perdagangan Surat Berharga Negara (SBN) atau surat utang yang diterbitkan pemerintah. Pada periode yang sama, transaksi SBN di pasar sekunder menunjukkan aksi net buy atau lebih banyak yang beli (investasi) ketimbang yang menjual. Selisih beli dan jual tersebut mencapai Rp19,9 triliun. Sangat bisa jadi, terjadi perpindahan dana dari SRBI ke SBN.

Dengan begitu, dana yang keluar Indonesia hanya Rp19,6 triliun atau 49,56 persen dari total penjualan bersih investor asing di pasar saham dan SRBI. Tampaknya para investor masih melihat situasi aman sekaligus menguntungkan di instrumen investasi surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah.

Related Articles

blog image

Potret Dunia Kerja RI: Cuma 40 Persen Bekerja Sesuai Pendidikan

Bonus demografi Indonesia terancam jadi bom waktu akibat mismatch tenaga kerja. Mayoritas pekerja tak bekerja sesuai pendidikan.

Selengkapnya
blog image

Selisih Jalan Pendidikan dan Pasar Kerja

Bonus demografi Indonesia terancam jadi beban karena mayoritas tenaga kerja bekerja tak sesuai pendidikan dan terjebak sektor informal.

Selengkapnya
blog image

Repatriasi Aset Dibayangi Modus Penghindaran Pajak

Dugaan aliran dana gelap ekspor RI mencapai US$40,2 miliar per tahun akibat manipulasi dokumen pajak.

Selengkapnya