Update  By Editorial Desk

Sekolah Negeri Versus Sekolah Swasta

11 Maret, 2025

Benarkah sekolah swasta kini lebih diminati dibandingkan dengan sekolah negeri?

Ilustrasi balapan - Next Indonesia

Keterangan foto: Ilustrasi balapan

DOWNLOADS


Download

NEXT Indonesia - Pendidikan merupakan elemen krusial dalam membangun individu, masyarakat dan bangsa. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana mendapatkan ilmu, tetapi juga sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi muda. 

Melihat tren pendidikan pemilihan sekolah selama satu dekade terakhir (2014-2024) terjadi perubahan yang cukup signifikan. Sekolah negeri yang dulu kerap menjadi primadona perlahan mulai ditinggalkan, lantaran sebagian orang tua murid lebih memilih mendaftarkan anaknya di sekolah swasta. 

Data Kementerian dan Kebudayaan menunjukkan tren menarik terkait jumlah sekolah dasar (SD) negeri dan swasta selama 10 tahun terakhir, di mana jumlah SD negeri mengalami penyusutan sebanyak 3.090 sekolah, sedangkan SD swasta justru bertambah sebanyak 4.459 sekolah. 

Bahkan, jumlah siswa SD negeri berkurang drastis sebanyak 2.882.178 siswa, dari semula 23.138.933 siswa pada tahun 2014 menjadi 20.256.755 siswa di tahun 2024. 

Fenomena ini pun berbanding terbalik dengan pertumbuhan siswa di SD swasta yang terus mengalami peningkatan. Data Kementerian dan Kebudayaan mencatat, jumlah siswa SD swasta yang sebelumnya pada tahun 2014 sebanyak 2.993.208 siswa meningkat sebesar 814.748 siswa, sehingga pada tahun 2024 totalnya mencapai 3.807.956 siswa.

Selanjutnya pada periode yang sama, penurunan jumlah siswa juga terjadi pada jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang mengalami penurunan sebanyak 163. 849 siswa, sedangkan di SMP swasta terjadi peningkatan sebanyak 199.320 siswa. Sementara untuk jumlah sekolah, keduanya mengalami peningkatan, yakni 1.806 sekolah untuk SMP negeri dan 4.279 sekolah SMP swasta.

Adapun pada jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta, keduanya mengalami peningkatan. Akan tetapi, untuk porsi sekolah justru lebih didominasi oleh SMA dan SMK swasta.

Misalnya saja pada tahun 2024, porsi jumlah sekolah SMA negeri hanya 48%, sedangkan SMA swasta 52%. Begitu pun dengan porsi sekolah SMK negeri yang hanya bertengger di 26%, sementara SMK swasta jauh lebih unggul di angka 74%.

Keberadaan sekolah swasta yang semakin menjamur sebenarnya merupakan tanda positif bagi dunia pendidikan, meskipun perhatian terhadap sekolah negeri juga tidak boleh terabaikan.

Sekolah negeri tetap menjadi tulang punggung sistem pendidikan nasional, di mana mayoritas siswa Indonesia masih mengandalkan sekolah ini untuk mendapatkan pendidikan dasar dan menengah. Jika sekolah negeri stagnan dan tidak mengalami perkembangan, maka ketimpangan terhadap akses pendidikan berkualitas akan semakin besar.

Related Articles

blog image

Pariwisata Indonesia Kalah Telak dari Vietnam, Bali Tak Bisa Terus Jadi Andalan

Pariwisata ASEAN bangkit pesat pascapandemi, namun Indonesia tertinggal. Pangsa pasar menyusut, kalah dari Vietnam, dan belum menarik wisman Tiongkok.

Selengkapnya
blog image

Pariwisata Indonesia Tertinggal dari ASEAN

Pariwisata ASEAN bangkit pesat pascapandemi, tetapi Indonesia tertinggal. Kunjungan wisman naik, namun pangsa pasar menciut dan kalah bersaing.

Selengkapnya
blog image

Sasar Kelas Menengah, Insentif Bebas PPh 21 dan PPN Properti Punya Efek Ganda

Pemerintah terbitkan insentif pajak PPh 21 dan PPN properti pada 2026 untuk jaga daya beli kelas menengah dan dorong konsumsi domestik.

Selengkapnya