Tingkat Ketimpangan Terendah Dalam 18 Tahun Terakhir
05 Februari, 2026
Rasio Gini Indonesia September 2025 turun ke 0,363, terendah 18 tahun. Kemiskinan menyusut, 700 ribu warga keluar, perdesaan jadi motor perbaikan.
Keterangan foto: Ilustrasi timbangan.
Ringkasan
• Ketimpangan Terendah dalam 18 Tahun
Rasio Gini Indonesia pada September 2025 turun ke level 0,363, terendah sejak 2007. Data ini menunjukkan pemerataan pengeluaran membaik, dengan kenaikan kesejahteraan kelompok berpendapatan rendah lebih cepat.
• Kemiskinan Menurun dan Makin Dangkal
Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25% pada September 2025. Sekitar 700 ribu orang keluar dari kemiskinan dalam setahun. Indeks kedalaman kemiskinan menyempit, menandakan daya beli masyarakat miskin menguat.
• Perdesaan Jadi Motor Perbaikan
Penurunan kemiskinan di perdesaan mencapai 0,62%, jauh lebih cepat dibanding perkotaan yang hanya 0,06%. Kebijakan perlindungan ekonomi di desa terbukti efektif mempercepat peningkatan kesejahteraan.
NEXT Indonesia Center - Tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat Indonesia yang ditunjukkan melalui Rasio Gini pada September 2025 yang sebesar 0,363 merupakan yang terendah dalam 18 tahun terakhir atau sejak 2007 yang mencapai 0,376.
MOST POPULAR
- Atasi "Akal-akalan" Misinvoicing, Pemerintah Harus Nyatakan Penghindaran Pajak dan Tetapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara
- Inilah Daftar Bank Penguasa Dana Masyarakat
- Simulasi Bea Keluar Batu Bara 2026: Ada Potensi Tambahan Kas Negara Rp19 Triliun
- Musim Gugur Batu Bara: Harga Anjlok, Ekspor Turun, dan Upah Pekerja Tergerus
- Momentum Peningkatan Tata Kelola Ekspor Emas
Rasio Gini merupakan ukuran kesenjangan pendapatan –yang ditunjukkan melalui pengeluaran– masyarakat Indonesia. “Ini menunjukkan pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia membaik, kenaikan tingkat kesejahteraan masyarakat dengan pendapatan terendah cenderung lebih cepat,” ungkap Ade Holis, Head of Research NEXT Indonesia Center di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan terkait dengan pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang memaparkan perkembangan tingkat kemiskinan di Indonesia. Dalam pengumuman yang disampaikan pada Kamis (5/2/2026) tersebut, tingkat kemiskinan di Indonesia per September 2025 sebesar 8,25%, turun dari 8,47% pada Maret 2025 atau 8,57% di September 2024.
Menurut Ade Holis, dalam satu tahun terakhir, yakni periode September 2024-September 2025, jumlah masyarakat yang keluar dari kemiskinan mencapai 700 ribu orang, yakni dari 24,06 juta tersisa 23,36 juta.
Selain itu, dia mengungkapkan, ada yang lebih menarik dari pengumuman BPS kali ini. Tingkat kedalaman kemiskinan atau jarak kemampuan pengeluaran masyarakat miskin dengan garis kemiskinan, semakin menyempit. “Ini menunjukkan bahwa orang yang masuk dalam kategori miskin semakin berdaya dari sisi pengeluaran,” ungkap Ade Holis.
Seperti diumumkan BPS, secara nasional, pada September 2024, indeks tingkat kedalaman kemiskinan atau biasa dikenal dengan istilah P1, mencapai 1,364. Sedangkan pada September 2025 menjadi 1,290. Dengan demikian, jarak kemampuan masyarakat miskin bergerak positif, yakni mendekati garis kemiskinan yang per September 2025 sebesar Rp641.443 per kapita/bulan.
Lebih lanjut, Ade Holis menyampaikan, tingkat pengentasan kemiskinan di perdesaan jauh lebih cepat dibandingkan yang terjadi di perkotaan. Menurut data BPS, pada September 2025, tingkat kemiskinan di perdesaan turun sebesar 0,62% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan di perkotaan, penurunannya 0,06%.
Menurut Ade Holis, data ini memperlihatkan bahwa kebijakan pemerintah untuk menopang perekonomian kelompok masyarakat terbawah, khususnya perdesaan, menunjukkan hasilnya. “Tingkat kesejahteraan masyarakat di perdesaan secara berangsur terus membaik, seperti diperlihatkan oleh data BPS,” tegasnya.
Perubahan yang positif pada indikator kemiskinan yang diumumkan BPS tersebut, lanjut Ade, memberikan dampak positif terhadap ketimpangan di Indonesia. “Ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat ketimpangan di Indonesia makin menyempit,” tuturnya.