Research  By Editorial Desk

Bergesernya Sebaran Kelas Menengah

18 April, 2025

Penduduk kategori menuju kelas menengah dan rentan terus bertambah. Dua kelompok ini merupakan kelompok rentan, yakni paling dekat jatuh miskin.

Ilustrasi orang berjalan di seutas tali - Next Indonesia

Keterangan foto: Ilustrasi orang berjalan di seutas tali

DOWNLOADS


cover next review next indonesia kelas menengah berguguran.jpeg

Kelas Menengah Berguguran

Download

NEXT Indonesia - Daerah dengan porsi kelas menengah terbesar terus berganti. Dalam lima tahun terakhir, ada daerah yang tumbuh seperti Konawe Utara di Sulawesi Tenggara, namun ada pula yang tersingkir dari daftar 10 daerah dengan penduduk kelas menengah terbanyak, seperti Banda Aceh.

Pada 2019 misalnya, jumlah penduduk kelas menengah di Banda Aceh mencapai 130.719 orang atau 48,6 persen dari total penduduknya. Posisinya ada di peringkat 10. Namun memasuki 2024, kota tersebut digantikan oleh Kabupaten Konawe Utara.

Dari 10 daftar wilayah dengan porsi penduduk kelas menengah terbanyak, mengindikasikan pentingnya: ketersediaan lapangan pekerjaan dengan upah yang layak, peningkatan pendapatan, dan diversifikasi ekonomi wilayah dapat meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah.

Selain itu, kebijakan pemerintah setempat yang mendukung, seperti sistem perpajakan, dukungan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta investasi pada infrastruktur juga berperan penting dalam meningkatkan populasi kelas menengah.

Daerah tersebut juga biasanya memiliki angka Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) – kemampuan suatu daerah dalam membiayai belanja daerah tanpa tergantung kepada transfer dana pemerintah pusat – yang relatif tinggi.

Badung bisa jadi contoh. Kabupaten di Provinsi Bali ini menjadi daerah dengan porsi kelas menengah tertinggi di Indonesia pada 2024. Secara konsisten, porsi kelas menengah di Badung terus naik dari 40,5 persen pada 2015 menjadi 53,9 persen pada 2019, hingga angka 55,6 persen pada 2024.

Kabupaten ini juga satu-satunya daerah di Indonesia yang berstatus sangat mandiri dari sisi fiskal pada tahun 2024, dengan IKF 87,4. Indeks ini dihitung dari rasio pendapatan asli daerah (PAD) terhadap total pendapatan.

Bahkan pertumbuhan ekonominya pun jauh melampaui nasional, yakni mencapai 11,34 persen. Tak heran jika tingkat pengangguran hanya 1,8 persen.

Daerah-daerah lain dengan nilai IKF tinggi dan memiliki porsi penduduk kelas menengah tinggi adalah Surabaya, Denpasar, dan Semarang. 

Kabupaten Bekasi dan Kota Depok, dua daerah di Jawa Barat, tampaknya memiliki porsi kelas menengah yang cukup tinggi karena status mereka sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta. Banyak pekerja yang aktif di Jakarta tetapi memilih tinggal di daerah tersebut.

Sementara porsi besar kelas menengah di Puncak Jaya, Papua Tengah dan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, kemungkinan terjadi karena pekerja kelas menengah dari luar daerah beralih KTP ke masing- masing kabupaten yang kaya barang tambang tersebut.

Dinamika Kelas Rentan

Seiring dengan turunnya jumlah kelas menengah, sebenarnya ada yang mengkhawatirkan. Penduduk kategori menuju kelas menengah (aspiring middle class) dan rentan (vulnerable) terus bertambah. Dua kelompok masyarakat ini merupakan kelompok rentan, yakni paling dekat untuk jatuh miskin.

Data menunjukkan adanya tren kenaikan jumlah penduduk yang rentan menjadi miskin tersebut dalam satu dekade terakhir. Jika kedua kelas itu digabungkan, jumlahnya pada 2024 mencapai 205 juta jiwa, atau 73 persen dari total penduduk.

Dibandingkan satu dekade sebelumnya, jumlah tersebut mengalami kenaikan 24 juta orang atau 13,3 persen. Kenaikan terbanyak ada di kelompok menuju kelas menengah (aspiring middle class), yakni sekitar 18 juta orang, limpahan dari kelas menengah yang tak lagi bisa bertahan.

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang tak mudah bagi pemerintah. Di tengah situasi belanja masyarakat yang melemah, peluang kelompok rentan terjerembap ke kelompok miskin sangat besar.

Posisi Kelas Menengah Indonesia di ASEAN

Negara-negara anggota Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) memiliki dasar ukuran yang berbeda untuk mengklasifikasi tingkat  ekonomi warga mereka masing- masing. Oleh karena itu, cukup sulit untuk secara definitif menentukan posisi kelas menengah Indonesia bila dibandingkan dengan 10 negara lainnya.

Brunei Darussalam, menurut data Statista 2024, dihuni oleh 100 persen masyarakat kelas menengah ke atas. Sementara di Singapura jumlah kelas menengah ke atas mencapai 98,7 persen dan di Myanmar 15,7 persen. 

Proporsi kelas menengah di Thailand, menurut data Bank Dunia tahun 2019, mencapai 37,5 persen. Sedangkan data Kantor Statistik Umum Vietnam mencatat ada 13 persen warga kelas menengah di negara tersebut pada tahun 2023.

Filipina menyatakan pada tahun 2023 sebanyak 39,8 persen warganya masuk golongan kelas menengah yang dibagi lagi dalam tiga kategori, yaitu lower-middle, middle-middle, dan upper-middle. Sementara Malaysia membagi masyarakatnya dalam tiga kelompok ekonomi berdasarkan penghasilan.

Kelas menengah masuk dalam kategori M40 (40 persen warga) dengan rentang penghasilan antara RM5.251 dan RM11.819 per bulan (Rp19,9 juta dan Rp44,8 juta per bulan, kurs BI per 10 April 2024). Ada 3,16 juta rumah tangga yang masuk kategori ini.

Jadi, bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, porsi kelas menengah di Indonesia (17,1 persen dan 66,3 persen bila ditambahkan dengan kelompok menuju kelas menengah) terbilang signifikan. 

Walau demikian, Produk Domestik Bruto per kapita Indonesia masih terbilang rendah. Menurut Bank Dunia, PDB per kapita Indonesia pada 2023 mencapai US$4.940, hanya sedikit lebih tinggi dari Vietnam (US$4.346). Padahal pada 2010, PDB per kapita Indonesia masih dua kali lipat lebih tinggi dari Vietnam.

Singapura memimpin di ASEAN dengan PDB per kapita mencapai US$84.734, disusul Brunei (US$33.430), Malaysia (US$11.648), dan Thailand (US$7.171).

Related Articles

blog image

Ambisi APBN Tanpa Defisit

Prabowo Subianto pasang target APBN tanpa defisit mulai 2027 atau 2028. Danantara akan menjadi satu di antara kendaraan utama untuk mewujudkannya.

Selengkapnya
blog image

Pangkal Semarak Beras Oplosan

212 merek beras premium dan medium terbukti oplosan dengan 59% beras patah. Praktik curang ini merugikan konsumen Rp99,3 triliun.

Selengkapnya
blog image

Beras Berlimpah, Harga Tetap Mahal

Rantai pasok perdagangan beras yang terlalu panjang perlu dipangkas untuk mengurangi pemburu rente yang menyebabkan harga melambung.

Selengkapnya